Rabu, 14 Januari 2015

CPNS JANGAN GAPTEK

Sebut saja Utuh dan Udin. Mereka sedang duduk-duduk santai di pinggir jalan sambil memain-mainkan handphone.
Udin    : Tuh, lulusah ikam tes CPNS tahun ni ti?
Utuh    : Kada tahu lagi nah. Mandadangarakan habar urangai dahulu. Aku kada bisa pang bapisbukan kaya urang. Mandaftar haja samalam inta daftarakan sapupuku. Jadi, inta liatakan sapupu ai kaina pulang.
Udin    : Baarti e-mail ikam tu diulahakan sapupu ikam jua lih?
Utuh    : Apa harus lawan Imilah samalam?
Udin    : Astaga…! e-mail tu surat elektronik nang ada di internet. Lain Imil baikungan. 
Utuh    : Ih...! Hanyar tahu aku nah. 
Udin    : Di mana garang ikam umpat?
Utuh    : Di Barabai.
Udin    Akai.... Barabai lawas sdh pengumumannya. Ikam kada tahu jua ah balum. Mun kada bisa ba-facebook-an atau kada bisa malihat di website, datangi haja langsung ka Kantor BKD. Lihati di papan pengumumannya tuh.
Utuh    Mun kaya nitu aku handak ka sana ai nah. Asa kada tamasuk pang. Tapi, paling kada malihati siapa-siapa manusianya nang lulus.

            Ilustrasi di atas menggambarkan kepada kita seseorang yang gaptek alias gagap teknologi. Seharusnya lulusan-lulusan sekarang sudah familiar dengan istilah-istilah internet seperti facebook, e-mail, websitedan lain-lain. Akan tetapi, kenyataan yang ada menunjukkan masih ada sebagian orang yang belum mengetahui istilah-istilah tersebut. Hal ini menunjukkan masih banyaknya orang yang belum menguasai teknologi.
Ada beberapa hal yang menyebabkan masih banyaknya orang yang gaptek. Pertama, pembelajaran di sekolah-sekolah di daerah kita, dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi, masih banyak yang berpusat kepada pendidik (teacher oriented). Pendidik belum mengoptimalkan peserta didik untuk menemukan sendiri hal-hal yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Peserta didik hanya menerima materi yang disampaikan pendidik tanpa mau menambah wawasannya melalui sumber belajar yang lain. Seharusnya pendidik berusaha agar peserta didik aktif mencari informasi-informasi yang berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari, baik melalui media cetak seperti majalah; tabloid; surat kabar; dan buku-buku pengetahuan umum maupun media elektronik seperti radio; televisi, dan internet. Pemberian tugas-tugas dalam pembelajaran yang mengaitkan dengan teknologi ini dilakukan agar mereka terbiasa mengunakan dan memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, kurang tertarik pada pendidikan-pendidikan nonformal. Sebagian orang di daerah kita masih banyak yang kurang tertarik pada pendidikan-pendidikan nonformal, seperti kursus-kursus dan pelatihan-pelatihan. Berkaitan dengan hal ini, kursus komputer. Memang, mungkin banyak yang terkendala dengan biaya kursus yang cukup mahal. Akan tetapi, kita masih bisa belajar komputer melalui buku-buku yang membahas tentang program-program komputer, melalui video-video tutorial pembelajaran komputer menggunakan internet, atau belajar komputer dengan teman yang menguasai komputer. Ketiga, keinginan belajar yang rendah. Sebagian orang di daerah kita masih banyak yang sekolah hanya mengejar ijazah dan gelar sehingga yang didapat berupa ijazah dan gelar itu saja. Sedikit mendapatkan ilmu-ilmu dan keterampilan-ketrampilan yang mungkin belum diperlukan saat masa-masa sekolah, tetapi sangat diperlukan setelah memasuki dunia kerja. Keempat, sarana dan prasarana yang kurang mendukung. Kurangnya sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penghambat kita untuk menguasai teknologi. Tanpa adanya dukungan sarana dan prasarana, sangat sulit untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin cepat ini.
Rekrutmen CPNS tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pendaftaran CPNS di Indonesia tahun ini seluruhnya melalui internet (online registration). Pengisian data diri diisi lewat internet. Selain pendaftaran, tes CPNS pun akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assistan Test (CAT) secara online di seluruh Indonesia. Penggunaan sistem CAT pada saat tes CPNS ini banyak berdampak positif. Pertama, meminimalisasi kecurangan-kecurangan yang terjadi saat tes CPNS yang mungkin terjadi jika dilaksanakan dengan menggunakan sistem Lembar Jawaban Komputer (LJK) seperti tahun lalu. Kedua, penilaian peserta tes CPNS lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan di depan publik. Dengan sistem CAT ini, peserta tes CPNS dapat mengetahui skor mereka setelah tes CPNS selesai dilaksanakan. Ketiga, penggunaan sistem CAT ini juga diharapkan dapat mengubah imej rekrutmen tes CPNS yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Bagi orang-orang yang menguasai teknologi, penggunaan sistem CAT pada saat tes CPNS ini tidak menjadi masalah. Lain halnya bagi orang-orang yang gaptek. Pendaftaran CPNS adalah masalah awal dari sekian masalah yang menanti. Peserta tes CPNS bisa kebakaran jenggot mempersiapkan berkas-berkas pendaftaran hingga mengikuti tes CPNS sistem CAT. Melihat keadaan ini, menjadi suatu keharusan bagi setiap peserta tes CPNS menguasai teknologi. Generasi CPNS sekarang seharusnya generasi yang melek teknologi. Sangat disayangkan seandainya masih ada CPNS yang masih gaptek. Bisa dibayangkan, bagaimana ia melaksanakan tugas-tugasnya nantinya di zaman yang modern ini. Memang kita sangat sulit untuk menguasai teknologi seutuhnya. Akan tetapi, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Minimal kita belajar agar kita dapat mengikuti perkembangan teknologi sedikit demi sedikit. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kemampuan diri kita. Jangan biarkan kemampuan diri kita jauh tertinggal dari orang lain. Orang bisa, kenapa kita tidak. Mulailah dari sekarang. Jangan tunggu esok, nanti, atau menunggu waktu luang. Karena bisa jadi hari esok lebih canggih daripada hari ini. Kalau kita menunggu nanti, bukannya selangkah ketertinggalan kita. Bisa jadi puluhan langkah kita tertinggal. Semoga CPNS sekarang dapat mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkannya dalam hal-hal yang positif. Amin.

1 komentar:

  1. Mantap....
    Awal yang bagus untuk terus maju.
    Tetap semangat ngeblog.

    Salam Blogger !

    BalasHapus